Nanda dan Anggi Kunjungan ke PT Indofood bersama Ikatan Sekretaris Indonesia

ASEKMA (12/4/2017). Ikatan Sekretaris Indonesia (ISI) Jakarta mengajak semua dosen / perwakilan senat mahasiswa perguruan tinggi di bidang vokasi sekretari untuk berkunjung ke beberapa perusahaan industri. Dari Akademi Sekretari dan Manajemen (ASEKMA) Don Bosco diwakili dari Pengurus Senat Mahasiswa yaitu Maria Fernanda Bewa (Nanda) (Ketua) dan Josephine (Anggi) (Sekretaris Senat Mahasiswa ASEKMA Don Bosco (12/4). (foto)

ISI mengatakan bahwa program kunjungan tersebut sangat baik terutama untuk melihat perkembangan bisnis dan perkembangan administrasi di perusahaan industri. Hal ini sangat perlu untuk penyesuaian kurikulum di dunia kesekretarisan. Perusahaan industri yang dikunjungi kali ini adalah PT Indofood Fritolay Makmur Cikupa.

Acara dimulai pukul 09.30 hingga 13.00, yang dimulai dengan  Pembukaan oleh MC Sandy dan Saliyah, Penayangan Video Safety Production, Sambutan dari Kepala Produksi Bapak Tikno,  Sambutan dari Ketua Ikatan Sekretaris Indonesia Ibu Merry Indah, Senam pemanasan oleh MC, Penayangan Video Company Profile PT Indofood Fritolay Makmur.

Dalam sambutannya, Pak Tikno menjelaskan bahwa PT. Indofood terdiri dari 33 cabang di Indonesia dengan produk – produk : Chitato, Lays, JetZ, Qtela, Chiki, Cheetos, Doritoz. Bapak Nur melanjutkan bahwa Produsen dan konsumen sailing membutuhkan satu sama lain, PT Indofood berdiri tahun 1984 di Ancol, Tahun 1992 join venture dengan Fritolay (produk Cheetos), Tahun 2013 berada di Cikupa,  Pusat PT Indofood Fritolay Makmur di Indofood Tower Jalan Jendral Sudirman, Pabrik-pabrik Indofood terletak di Cikupa, Cikokol, dan Semarang. Dalam acara tersebut ada sesi tanya jawab.

Nanda dari ASEKMA Don Bosco  bertanya : “Bagaimana cara mempertahankan kualitas di mata konsumen dari tahun ke tahun?”. Manajemen Indofood Bapak Tikno menjawab : “Selalu update terhadap rasa-rasa yang banyak diminati masyarakat sekarang, melakukan research dengan minat-minat anak muda sekarang contohnya chitato indomie goreng, chitato couple, lays smile”.

Rahma dari Biologi UIN Syarif Hidayahtullah bertanya : “Pencantuman logo halal dan pencantuman tanda expired, ingin tahu lebih lanjut”. Bapak Nur menjawab : “Setiap proses produksi haruslah bersih mulai dari peralatan sampai bahan baku. Jika sesuai dengan aturan Majelis Ulama Indonesia baru bisa mendapatkan logo halal dengan seleksi yang ketat. Untuk expired itu tergantung produknya, contoh tempe yang tidak bisa bertahan lama jika belum di proses, digoreng dengan suhu control yang ketat, diuji kembali oleh tim laboratorium”.

Josephine dari ASEKMA Don Bosco bertanya : “Ingin mengetahui lebih banyak tentang cerobong asap dan letaknya dimana, dan ingin tahu lebih lanjut tumpukan karton?”. Bapak Tikno menjawab : “Cerobong asap ada di tahap penggorengan dan harus memenuhi standar yang ramah lingkungan yang ditetapkan oleh pemerintah. Untuk karton itu intinya dilihat sesuai dengan tebal tipisnya bahan baku karton tersebut dan bisa tahan sampai dengan 60 hari tanpa jatuh”.

Angga dari SOS bertanya : “Ada kemungkinan gak ide untuk membuat produk berbahan dasar pisang?”. Bapak Tikno menjawab : “Untuk sekarang sih belum, tapi saran Anda akan kita sampaikan kepada pihak produksi”.

Setelah tanya jawab, peserta diajak keliling Galery. Peserta dibagi dua kelompok yang dimulai dari bagian luar merupakan tahap pemilihan bahan baku dan proses pengolahan limbah pabrik sampai dengan tahap pengepakan.

Acara ditutup pengungkapan kesan pesan dari beberapa peserta, foto bersama, dan makan, dan pembagian Goodie Bag.

Terima kasih dan sukses kepada Ikatan Sekretaris Indonesia dan seluruh jajaran pimpinan PT. Indofood. (by Nanda dan Anggi)

Selamat dan salam sukses / mls

Tinggalkan Balasan